Kota Lhokseumawe, global24.com – 11 Juli 2026 – Menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027, Bunda PAUD Kota Lhokseumawe, Ny. Yulinda Sayuti, mengajak para orang tua, khususnya para ayah atou Ibu untuk meluangkan waktu mengantar anak pada hari pertama sekolah sebagai bentuk dukungan emosional yang akan menjadi kenangan berharga bagi mereka.
Ajakan tersebut disampaikan peraih penghargaan Wiyata Darma Madya pada Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025 itu di sela-sela menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK Tahun 2026 di Makassar, Sabtu (11/7). Menurutnya, hari pertama sekolah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah langkah awal yang akan membentuk keberanian, rasa aman, dan semangat anak dalam memasuki lingkungan belajar yang baru jelas Julinda.
“Bagi kita mungkin itu hanya perjalanan singkat dari rumah ke sekolah. Tetapi bagi seorang anak, itulah langkah pertama menuju dunia yang baru. Cara kita menggenggam tangannya, mengantarnya, dan meyakinkannya bahwa semuanya akan baik-baik saja akan mereka ingat jauh lebih lama daripada yang kita bayangkan.
Ia juga mengajak masyarakat mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) sebagai wujud nyata keterlibatan ayah dalam tumbuh kembang anak sejak usia dini. Menurutnya, kehadiran ayah di hari pertama sekolah bukan sekadar mengantar, tetapi menghadirkan rasa tenang, kepercayaan diri, dan keyakinan kepada anak bahwa mereka selalu mendapat dukungan penuh dari keluarga.
Lebih lanjut, Ny. Yulinda menuturkan bahwa keterlibatan orang tua, terutama ayah, merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan yang ramah anak. Sinergi antara keluarga, satuan pendidikan, dan masyarakat diyakini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan generasi yang berkarakter, mandiri, dan memiliki semangat belajar sejak usia dini.
“Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Mereka hanya membutuhkan kita untuk hadir pada momen-momen yang penting. Hari pertama sekolah adalah salah satunya. Luangkan waktu, antar mereka, peluk mereka, lalu doakan mereka sebelum memasuki gerbang sekolah,” tuturnya.
Ia berharap semangat GAMAS tidak berhenti pada seremoni hari pertama sekolah, tetapi menjadi awal tumbuhnya budaya pengasuhan yang lebih aktif dari seorang ayah dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, perhatian sederhana seperti mengantar sekolah, mendengarkan cerita anak sepulang belajar, hingga meluangkan waktu bermain bersama merupakan investasi berharga bagi tumbuh kembang mereka.
Ny. Yulinda menilai keterlibatan ayah dalam pendidikan sejak dini memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter, kedisiplinan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi, serta semangat belajar anak. Karena itu, ia berharap GAMAS dapat menjadi gerakan bersama yang menginspirasi semakin banyak ayah di Kota Lhokseumawe untuk meluangkan waktu mendampingi putra-putrinya pada hari pertama sekolah maupun dalam proses pendidikan mereka setiap hari.
“Tidak semua kenangan besar lahir dari peristiwa besar. Kadang, kenangan yang paling melekat adalah ketika seorang anak menoleh ke belakang sebelum masuk kelas dan melihat ayahnya masih berdiri sambil tersenyum. Mungkin hanya beberapa menit bagi kita, tetapi bagi mereka, itulah bekal keberanian yang akan dibawa seumur hidup,” pungkasnya.
Melalui momentum dimulainya tahun ajaran baru ini, Bunda PAUD Kota Lhokseumawe mengajak seluruh keluarga untuk menjadikan hari pertama sekolah sebagai awal yang penuh makna. Kehadiran orang tua, doa yang mengiringi setiap langkah, serta dukungan yang tulus diyakini akan menjadi bekal berharga bagi anak dalam menapaki perjalanan pendidikan dan meraih cita-citanya di masa depan.(Syadly Hasyem).












